Awal yang Tak Terduga (An Unexpected Beginning)
"Aku mulai suka sama kamu" Di sebuah sudut kafe yang tenang di Yogyakarta, seorang pemuda bernama Reza sedang menatap layar laptopnya. Dia sedang mengerjakan proyek desain grafis sambil sesekali menyeruput kopi hitam pahit kesukaannya.
Sampai di depan rumah Sari, Reza menatap matanya.
“Kamu suka buku puisi juga?” tanya Reza suatu sore. aap mujhe achche lagne lage bahasa indonesia
Reza menggeleng pelan, lalu tertawa. “Jujur, aku lebih suka gambar. Tapi sejak melihat kamu membaca dengan ekspresi serius itu… aku jadi penasaran.”
Sari terdiam. Bukan karena terkejut, tapi karena dia juga merasakan hal yang sama sejak beberapa minggu terakhir.
“Sari… aku tahu ini terdengar aneh. Tapi… aku mulai suka sama kamu. Aap mujhe achche lagne lage.” Awal yang Tak Terduga (An Unexpected Beginning) "Aku
Hari berganti minggu. Tanpa sengaja, mereka sering bertemu di kafe yang sama. Reza yang biasanya pendiam akhirnya memberanikan diri menyapa.
Suatu malam, hujan turun deras. Sari berlindung di teras kafe sambil memegang payung kecilnya yang rusak. Reza menghampiri.
Aku mulai suka sama kamu. Dan itu adalah awal dari sesuatu yang indah. “Kamu suka buku puisi juga
Dalam perjalanan, hujan semakin deras. Mereka berdua berbagi payung kecil yang hampir tidak cukup untuk satu orang. Tanpa sadar, bahu mereka bersentuhan. Suasana terasa hangat meskipun udara dingin.
“Aku antar kamu pulang,” kata Reza sambil membuka payung besar miliknya.
“Aku juga, Reza,” jawabnya pelan. “Mungkin sejak kamu pertama kali bertanya soal buku puisiku.”
Mereka pun mulai sering berbincang. Reza suka cara Sari menjelaskan makna puisi dengan lembut. Sari suka bagaimana Reza mendengarkan dengan penuh perhatian, meskipun dia bukan penggemar puisi.
Di meja sebelah, duduk seorang perempuan bernama Sari. Dia baru pindah dari Jakarta dan sedang membaca buku puisi lama. Sesekali, dia melirik ke arah Reza yang tampak serius dengan pekerjaannya.