Minta Pacar Nyepong Di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - Indo18 -
“Hmm?” Dinda menoleh. Wajahnya temaram kena cahaya senter HP-nya.
“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan.
Setengah jam kemudian, Dinda bangkit dan mengecup pipiku cepat.
“Din,” suaraku pelan, hampir berbisik. Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18
“Bukan begitu,” aku coba meluruskan nada bicara. “Maksudku, kita udah lama nggak quality time . Aku cuma butuh… pelukan kamu. Sentuhan kamu. Yang bikin aku lupa semua penat.”
“Aku udah baikan sekarang,” katanya. “Taman sepi ternyata enak juga ya. Kayak punya dunia sendiri.”
Dinda terdiam. Angin malam berhembus, membawa aroma tanah basah dan bunga sedap malam dari ujung taman. “Hmm
Dinda terkesiap. Pipinya yang dingin langsung merona. “A—apa? Di sini? Mas gila ya?”
Hujan gerimis baru saja reda. Taman Kota yang biasanya ramai dengan anak-anak bermain bola dan ibu-ibu ngerumpi, sekarang berubah jadi lautan sunyi. Genangan air memantulkan lampu jalan yang mulai menyala. Hanya ada kami berdua: aku dan Dinda.
Ini dia. Keintiman yang aku rindukan. Bukan soal seks, tapi soal kepercayaan. Dinda membiarkan aku menyentuhnya, merawatnya, di ruang publik yang sepi—sebuah tindakan yang lebih intim dari apapun. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan
Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi Penulis: INDO18 (Fiksi Narasi) Bagian 1: Suasana Sepi yang Menggoda
“Syaratnya satu,” bisiknya. “Kamu janji besok anter aku belanja ke pasar. Nggak boleh cancel.”
Dinda tertawa dan menggandeng tanganku. Kami berjalan meninggalkan taman, meninggalkan bangku basah dan jejak kaki di tanah yang becek.
Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.”